Tentang mind set

Pernah ku bermimpi untuk merubah dunia, tahun berganti tahun sepertinya mimpiku sulit untuk ku wujudkan, akhirnya kuputuskan utuk merubah mimpiku utuk merubah bangsaku saja. Tahun berganti tahun sepertinya mimpiku sulit untuk ku wujudkan, akhirnya kuputuskan utuk merubah mimpiku untuk merubah kotaku saja, tetapi sepertinya mimpiku sulit untuk ku wujudkan, akhirnya ku putuskan lagi untuk merubah mimpiku untuk merubah keluargaku saja, tetapi sepertinya pun sulit juga untuk terjadi. Ketika rambut mulai memutih, aku baru menyadari. Mengapa tidak kurubah diriku saja???!. Kalau untuk merubah diriku saja pasti aku bisa, kemudian dari diriku kemudian keluargaku, kotaku, bangsaku dan akhirnya ku ubah dunia dengan tanganku.


Perubahan yang sejati ialah bukan berada pada perubahan fisik melainka perubahan mind set kita terhadap sesuatu, memimpikan merubah dunia ialah hal yang mustahil ketika diri ini belum berubah padahal dari diri inilah mimpi itu dibangun. Jika engkau ingin semua orang itu harum, jangan semua orang kau suruh memakai parfum (meminta orang lain melakukan perubahan) tetapi mudah saja kau oleskan saja parfum tadi tepat dibawah hidungmu (engkau lah yang melakukkan perubahan) Perubahan sejatinya tidak dapat dipaksa dari lua, tetapi merupakan revolusi kesadaran yang lahir dari dalam (inheren awareness). Bukankah sudah jelas bahwa sesungguhnya Allah tidak akan merubah suatu kaum sebelum mereka merubah keadaannya sendiri (QS.13:11). Dan ketika seseorang bertanya tentang hijrah kepada Rasul maka Beliau berpesan “ibda binafsi” mulailah dari dirimu, inilah arti dari kepemimpinan yang sebenarnya karena seorang tidak mungkin memimpin dan mengubah orang lain , bila ia tak sanggup memimpin dan mengubah dirinya sendiri.


Menurut perspektif imam Ghazali, perubahan itu membutuhkan tindakan nyata. Ilmu hanya menjadi keuatan jika ia benar-benar dikelola menjadi program dan tindakan nyata yang mendatangkan kebaikan bagi orang lain. Pada tahap ini, tindakan menjadi faktor utama dan kekuatan yang palin utama, karena beribu konsep tidak akan merubah dunia atau diri sendiri sekalipun bila tidak ada tindaka untuk mengaplikasikannya dalam sebuah tindakan, satu tindakan lebih berarti dari beribu konsep.

Selamat berubah,

“ taburkanlah ide maka petiklah perbuatan, taburkanlah perbuatan maka petiklah sebuah kebiasaan, taburkanlah kebiasaan maka petiklah sebuah karakter”.


Ramdhani Purnomo (fisika UNJ)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Tentang niat

Bulan haji baru saja berlalu namun meninggalkan hikmah besar di tahun ini, berawal dari kisah nyata seseorang. Pak Aziz namanya beliau ialah mantan seorang petinggi di perusahaan besar namun belakangan ini beliau memutuskan untuk pensiun dini. Untuk mengisi hari-hari beliau mengembangkan usaha ternak hingga akhirnya usahanya maju. Namun menurut beliau usahanya itu hanya untuk mencari aktivitas bukan untuk materil (mungkin dari segi materi beliau sudah dapatkan). Di musim haji ini beliau pun ikut bagian dalam bursa jual-beli hewan qurban, beliau memiliki seorang pengurus kandang hewan (bapak Amir), dengan sistem bagi hasil kedua orang tersebut bekerja sama di episode ini.


Singkat cerita setelah hari tasyrik selesai ternyata hewan qurban beliau habis tanpa sisa, hanya saja ada kecelakaan kecil dalam pengantaran hewan qurban. Setelah hitung-hitungan di akhir ternyata keuntungan yang beliau dapatkan tidak lebih besar dari pak Amir, sang penjaga kandang. Beliau kecewa dan terus merenungi mengapa bisa terjadi hal demikian hingga akhirnya sakit. Dalam fase sakit inilah beliau bisa mengambil ibrah (hikmah) dari episode ini. istrinya memberikan opini, “bapak sih terlalu baik sama orang jadi seperti ini deh”. Tetapi menurut beliau bukan ini penyebabnya, sampai akhirnya beliau menemukan simpul masalah, beliau bergumam,”mungkin saya TAKABUR” . takabur karena di awal saya tidak meniatkan memelihara hewan untuk mendapatkan materi, hingga di tiap saya bertemu pembeli saya selalu mengatakan,“ini untuk nyari keringat saja kok”. Mungkin Allah mengijabah doa (niat) saya di awal yaitu untuk mencari keringat (aktivitas), hamdallah saya mendapatkan kesehatan dan aktivitas. Namun memang saya tidak meniatkan untuk mencari materi, dan kini saya menyesali apa yang tidak saya niatkan diawal.

***

Sahabat, subhanalloh pak Aziz dapat mendapatkan ibrah yang sangat luar biasa. Mungkin kita masih sering kali takabur tanpa kita sadari, berbicara dengan mudahnya apa-apa yang nantinya akan Allah uji kebenaran dari apa yang kita ucapkan. Bahkan Nabi Ibrahim pun Allah uji, tidak ujuk-ujuk Allah menguji Nabi Ibrahim dengan memerintahkan untuk menyembelih Nabi Ismail. Ternyata dahulu Nabi Ibrahim ialah orang yang sangat dermawan, hingga suatu ketika beliau pernah berucap, ”bila aku punya anak maka akan aku berikan”. Tetapi Nabi Ibrahim memiliki keimanan yang luar biasa hingga beliau mampu melewati ujian keimanan dari apa-apa yang pernah beliau katakan. Pelajaran untuk kita, sahabat tanyakan pada hati-hati kita pernahkah kita di uji tentang apa yang kita ucapkan?. Semoga kita termasuk orang-orang yang dapat mengambil pelajaran agar tidak takabur.

Luqman Abqory

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Suatu malam di sebuah cafe seorang pelawak bersiap memberikan lelucon di atas podium yang menghadap pengunjung. dengan nada santai dia berbicara dengan lagak yang lucu sehingga membuat semua pengunjung kafe tertawa terbahak-bahak. Setelah selesai, dia pun duduk di belakang podium untuk beristirahat. Dan tak berselang lama, dia berdiri dan membawakan lelucon dengan materi itu lagi, kini yang tertawa tak sebanyak yang di awal. setelah merasa cukup, pelawak duduk kembali. Setelah beristirahat sedikit, dia pun berdiri dan menyampaikan leluconnya lagi, tetapi tak satupun pengunjung yang tertawa bahkan tersenyum barang sedikit.

Kini pengunjung mulai kecewa dan ada salah satu diantara mereka berteriak meminta pelawak itu turun. dengan kepala menunduk, dia pun melangkah layu. Namun, sebelum turun dan sebelum meletakkan mikrofon, pelawak dengan santai berkata,

Jika untuk tertawa saja kita hanya sekali, lalu untuk apa kesedihan yang berulang-ulang

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

"ilmu kira-kira" dalam pendidikan

“ ibu anak saya sekarang usianya 3 tahun bu, tapi kerjaannya corat-coret kertas melulu itu kenapa yak?” Tanya orangtua kepada seorang yang belajar ilmu pendidiakan anak. “ sebentar bu saya lihat catetan teori perkembangan….” Setelah melihat seorang ahli itu mengatakan “menurut catatan saya, anak sedang mengalami masa perkembangannya bu, itu anak sedang mengembangkan motorik halusnya, arahkan saja dengan mencoret-coret bu, sediakan kertas dan pensil sebagai alat ekspresi anak tersebut”. Itulah jawaban seorang yang belajar ilmu pendidikan anak.


Yayaya… itulah fenomena yang terjadi ditengah masyarakat kita, selalu menduga-duga sebuah masalah. Kayaknya ilmu yang jujur hari ini hanyalah ilmu perakiraan cuaca yak, karena disana jelas meyebutkan, ini adalah hasil perakiraan yang menggunakan ilmu ‘kira-kira’,, hhmmm…. Tapi kenapa yak ilmu-ilmu yang lain enggan disebut dengan ilmu ‘kira-kira’?.


Hal ini pernah saya lontarkan kepada teman saya yang juga belajar dibidang yang sama, beliau sempat tidak setuju dengan pernyataan ini. dia bilang ini hanya leluconan mahasiswa saja.

Heheheheee… tunggu dulu brother insyaAllah saya akan pertanggungjawabkan kata-kata saya dengan sedikit ilmiah kok yaa walaupun sedikit, tapi kita bisa sama-sama menilai, pantas gak yak jika disebut dengan ‘ilmu perakiraan’. Hehe lucu kali yak.


Mari kita bahas…


Saya ambil contoh sejarah seorang bapak ilmu perkembangan bernama JJ Rousseau yang hidup di abad 17 M. ya beliau adalah bapak deveplomentalis. Hari ini karya beliau itu di ikuti ilmuan sekelas Montessori, piaget, dsb. Ya, namanya juga bapak deveplomentalis. Tapi yang menariknya saat saya membaca biografi beliau, wuuiiihhhh…. Kaget betul dengan kelakuan hidup beliau. Ya hal yang saya pandang itu mustahil untuk dilakukan seorang sekelas Rousseau, ternyata itu ada di dalam sejarah-nya. Hehe jadi inget penggalan lagu “….kelakuan sikucing garong”.


sebenarnya Apa sih yang dilakukan bapak deveplomentalis kita?


Dalam sejarah, beliau dibesarkan dari keluarga sederhana, ibunya meninggal saat melahirkan beliau, dan sejak itu diasuh oleh bibinya. Rousseau tumbuh menjadi anak yang pendiam, karena intervensi dari keluarga sehingga masa kecilnya dihabisakan dengan membaca novel milik ibunya. Tapi siapa sangka , anak pendiam ini saat tumbuh menjadi seorang remaja sudah mulai belajar cara menaklukan perempuan, maka sejak itu Rousseau sudah mulai menggaet perempuan2 kerajaan untuk menjadi pemasok keuangan hidupnya…. Hehehe sang ilmuan penggaet wanita.


lalu yang lebih diluar akal nalar saya adalah, usia 33 tahun, bapak deveplomentalis ini menghamili seorang budak tukang cuci.. wuuiiihhhh…. Menghamili?? dan yang lebih luar biasanya lagi, dari hasil hubungan itu didapatkan 5 anak, dan semua anak itu dibuang di depan panti Negara ( tempat pembuangan anak yang lahir bermasalah). Dan rousseau belum sempat memberikan nama anaknya… hohohoho…. Kelakuannya seorang bapak deveplomentalis… saya teringat sebuah cerita tentang bagaimana seorang ulama yang tertolak atau diragukan perawian haditsnya hanya gara-gara tidak jadi memberikan makan ke kambing. Heheheeee.. padahal sederhana banget yak, hanya tidak jadi memberikan makan kambing, tetapi hadits yang di rawikan itu langsung diragukan. ya karena ulama itu harus terjaga dalam hal-hal yang buruk, agar ilmu atau karyanya dapat berkah dari Allah. Namun jika ada orang yang sudah menghamili ditambah membuang anaknya??? Hehehe apa pantes orang ini bicara tentang anak yak??. Waahhh bisa jadi ilmu itu gak akan berkah kali yak, atau bisa jadi ilmu itu tingkat kebenarannya diragukan bahkan tidak ada kebenarannya.


Lalu dimana tentang ilmu kira-kiranya?


Naah ini, dalam sejarah rousseau itu memunculkan sebuah buku yang sangat fenomenal dengan judul Emile. Karya ini berisi tentang pengamatan Rousseau terhadap anak asuhannya. Tapi terjadi perbedaan antara ilmuan yeng berkaitan anak yang diasuh rousseau itu anak sungguhan atau anak khayalan?? Nahh loh…. Itu aja masih di perdebatkan.. seandainya anak ini adalah anak sungguhan, sepertinya rousseau hanya memperkirakan perkambangan waktu ke waktu anak ini, tapi yang lebih parahnya lagi adalah jika anak ini anak khayalan?? heheheeee berarti cara pembuatan karyanya hanya menggunakan imajinasi seorang rouessau. Betul gak??


"Ilmu Perkiraan" atau "ilmu Khayalan"


Jundi Rabbani_Pesantren Guru

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Tentang sebuah janji

Pernahkan melakukan percobaan sederhana dalam kelas IPA semasa sekolah ? prinsipnya setiap percobaan ialah membuktikan hasil teoritis dari sebuah ilmu ataupun topik tertentu. Misalnya percobaan sederhana mengenai gravitasi dengan sebuah bandul, dengan teori (sebuah persamaan) yang menghubungkan dengan periode bandul dengan gravitasi, nantinya hasil perhitungannya akan sekitar 9,8 m/s2 (di bumi). Sebuah pelajaran berarti ketika percobaan menepati ‘janji’ dari sebuah teori. Ya itulah sifat alamiah alam menepati janji.


Suatu ketika ada seorang pemuda musafir datang asing dari luar mekah bermaksud untuk melaksanakan umrah di zaman ke khalifahan Umar bin Khatab, di perjalannya unta miliknya memakan kebun seorang kakek, merasa kebunnya terancam lalu sang kakek membunuhnya. Hingga pemuda itu marah dan membunuh kakek itu.


keluarga sang kakek menuntuk qisas pada amirul mukminin Umar bin khatab, dan tiada pilihan lain pada pemuda itu untuk menerima hukuman itu. Kemudian pemuda itu meminta syarat, untuk pulang ke kampung halamannya dan meminta izin kepada ibunya karena pemuda ini meminta izin pada ibunya untuk bermusafir. Tetapi Umar bin Khatab, mengajukan syarat untuk ada seorang yang menjamin dirinya, jikalau pemuda itu tida menepati janji maka penjaminnya yang akan menerima qisas. Semua penduduk mekah tidak ada yang mau, hingga ada seorang sahabat utama memecah keheningan, Abu Dzar Al-Ghiffari berani menjamin pemuda itu. Benar saja keberanian abu Dzar menjamin pemuda itu menjadi perbincangan karena berani menjamin pemuda yang bukan dari mekah dan tidak diketahui asal usulnya.


Pada hari yang disepakati pemuda itu ditunggu, namun tidak kunjung datang hingga hari menjelang sore, terlihat kepulan debu sambil ditengahnya seorang pemuda menaiki unta denga tatapan wajah serius, ia sedang terburu-buru. Umar bertanya kepada pemuda itu,


“Mengapa kau kembali lagi ke sini anak muda? Padahal kau bisa menyelamatkan diri?”, Pemuda itu menjawab, “Wahai Amirul Mukminin, aku

datang ke sini agar jangan sampai orang-orang berkata bahwa tidak ada lagi orang yang menepati janji di kalangan umat Islam.”


Lalu, Umar melangkah ke arah Abu Dzar Al-Ghiffari dan berkata, “Dan kau wahai Abu Dzar, bagaimana kau bisa yakin menjamin pemuda ini padahal kau tidak mengenalnya?”Abu Dzar menjawab, “Aku lakukan itu agar orang-orang tidak mengatakan bahwa tidak ada lelaki jantan yang bersedia berkorban untuk saudaranya seiman dalam umat Muhammad SAW.”


Mendengar itu semua,keluarga kakek yang terbunuh itu berkata, mencabut tuntutan qisasnya ,“Ini kami lakukan agar orang tidak mengatakan bahwa tidak ada lagi orang berjiwa besar yang mau memaafkan saudaranya di kalangan umat Muhammad SAW”.

Pelajaran penting untuk kita, janji ialah hal yang harus kita tepati karenaya mari perbaiki diri kita tidak terkecuali “Tentang Janji”.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Buat para AKHWAT

-taken from www.mujahidcool.multiply.com-

Hai cewek, ups! Oh Assalamu’alaikum ukh, salam ukhuwah! Haha… gua hanya niru apa yang biasa eh eh ikhwan yang ucapkan kepada ukhti, hmm… untuk nyebutnya kadang gua ga bener maklumlah bahasa Arab guakan ga pernah belajar, baca Iqro aja plentat-plentot, tapi yang penting keliatan kalo gua ikhwan deh.

Kenapa kalian bisa begitu mempesona dibalik pakaian besar kalian? Gua ga pernah bisa ngerti itu, padahal enakan kalo gua liat cewek baju ketat with short pant uhuuuyyy … apalagi bodi dan mukanya lumayan, yah paling enggak bisa dibanggain kalo diajak jalan. Tapi melihat kalian dengan pakaian besar kalian membuat gua tertarik

Sangat tertarik, apakah dibalik itu semua tubuhmu kudisan? Haha… gua rasa enggak, muka kalian begitu bersih dan kalian sepertinya ga mudah untuk ditaklukkan, dan bener juga kalian begitu susah ditaklukkan. Kenapa bisa sih?Gak mungkin gara-gara jubah guede yang kalian pake kan?

Kau tau, untuk mendapatkan wanita kebanyakan diluar sana begitu mudahnya, gua ajak makan bareng udah bisa cium pipi, gua ajak nonton minimal dapet kissing kalo udah beli coklat dan bunga berarti gua boleh petting dan haha.. ga perlu diceritakan kelanjutannya, yang pasti kalo udah bosen tinggal selingkuh aja, ketahuan juga bodo, tinggal cari lagi.

Hei manis, tahukah sealim apapun kalian , gua udah tau kelemahan wanita, karena kalo gua ga tau kelemahan kalian begitu susah mendekati kalian. Hmm… kenapa gua ajak kenalan langsung lu nolak? Minta nomor telepon apalagi? Hadoh susah juga nih, walaupun gua dapet nomor telepon lu, lu juga ga mau bales ataupun angkat telepon gua.

Tapi gua tau, seperti yang kalian bilang dimana ada niat pasti Allah kasih jalan, dan gua udah niat harus bisa menaklukkan kalian . Dan aha! Ternyata begini cara menaklukkan kalian, ternyata kalian disebut akhwat dan yang cowoknya disebut ikhwan, walaupun lidah gua ga biasa ngucapinnya.
Mulailah gua menelusuri apa itu ikhwan?. Hmm… orang yang kerjaannya ngaji, pake celana ngatung, yah kalo punya jenggot tipis juga gapapa, hoho.. itu mudah gua lakukan, lalu apalagi?hmm… cara ngomongnya lain, kalo ngobrol ama lawan jenis nunduk (apa cari duit jatoh?), entahlah yang penting gua ikut dulu

Dalam waktu dua minggu berubahlah gua seperti ikhwan, plus facebook dan blog gua terlihat islami, dan mulailah gua mencoba mendekati kalian. Ingatkah pertama kali kita kenalan? Gua ucapkan hadist sebagai ukhuwah kita, dengan manis gua bilang “Salam ukhuwah yaa ukhti” , dan kau balas gitu juga.

Mulailah jerat itu gua pasang, kau berani kasih nomor telepon ke gua, dengan itu gua bisa sms kau dini hari untuk sholat tahajud, padahal gua ga sholat dan kebetulan ada petandingan sepakbola haha… sambil nyelam nyari ikan, kan gua kucing air! Hmm… memang susah juga menaklukkan kau, gua harus berkorban banyak nih.

Mulailah gua menelpon buat berdiskusi dan tukar pikiran , tentu aja gua juga stanby di internet biar gua bisa cari jawabannya di internet. Oh gua baru tahu ada namanya kegiatan keagamaan dikampus, ya udah gua juga ikut deh dan duduk deket tirai pembatas, siapa tau kebetulan kau bisa liat gua ada .

Pulang ngaji gua coba ajak pulang bareng naik motor , dengan alesan udah malem gag baek kalo pulang sendiri, haha… kau mau, Yes ! Haha.. ternyata ga terlalu sulit untuk dekat dengan kau, hanya cukup memasang topeng yang kau suka dan kau akan luluh, tinggal gua serang kelemahan setiap wanita yaitu kupingnya.

Walaupun banyak kata-kata yang ga ngerti, tapi gua yakin ini bentuk rayuan maut buat kau, hehe… emang aneh sih sms padahal gag ada kata-kata yang ngerayu misal INU IMU ILU atau sebagainya tapi Cuma kutipan hadist ama Qur’an plus kata-kata bijak dan penyemangat, tapi kenapa bisa bikin kalian luluh? Dasar wanita!

Tahukah kau, saat kau memakai kaus kaki yang terlalu pendek atau bahkan ga sama sekali, terlihatlah betis mu yang indah itu disaat mengendarai motor dan berhenti, padahal gua sering lihat betis bahkan paha wanita tapi kenapa lihat yang ini berbeda? Mungkin gara-gara kau umpetin terus.

Saat kau memakai tas ransel , tanpa kau sadari talinya membuat bentuk tubuhmu terlihat, serrrr….slerp hajar bleh! Apalagi kalau ga pake gamis sadar atau enggak bagian pinggang dan pinggul itu ketat karena roknya…hmmm, Yummy! Kata Chio “kapan lagi liat barang mahal di obral” mantap deh hahaha…ga ngeh kan?

Ga itu aja kok, kalo gua liat lu pake baju yang gelap terus pasti gua tegor “Ukh, kok gelap terus? Kan ga cerah, memang lagi berkabung ya?” dan mulailah dengan instingmu yang pandai berdandan kau akan menggunakan warna cerah agar dilihat oleh gua, haha… lumayan pemandangan bagus buat orang lain bisa gua nikmatin.

Apalagi kalau kalian udah berani pajang muka di internet hahahai… biasanya lebih mudah dibujuk tuh hehehe, tapi gag seru dengan yang itu, gua mau incer yang bener-bener tertutup , pasti lebih tertantang, kapan lagi sih gua bisa menaklukan cewek eh akhwat kek gitu? Suatu prestasi tersendiri dan naikin derajat gualah .

Sial, kenapa ga ada pacaran islami , pacarannya di masjid gitu kalo gag pacaran lagi demo di jalanan, tapi gua ga nyerah kok, kenapa gua ga coba ta’aruf aja dulu, yah khitbah juga jadi deh, dengan alasan ntar aja gua nikahin kalo udah lulus kuliah dan udah dapet kerja mapan plus kendaraan dan rumah sendiri.

Biarin lama, yang penting gua kek janji dulu , dengan gitu gua bisa tuker biodata, bisa smsan, teleponan, bahkan chatting pake webcam malem-malem haha… ternyata kau tetap wanita yang mempunyai hati yang lemah, sehingga mudah luluh dengan apapun, ahh… untung –untung gua bisa melakukan lebih dengan ini, dan gua yakin bisa!

Gua tau setebal apapun iman kau, hati kau tetap lemah, dan mudah luluh dan gua akan terus mengintai dari situ, mencari celah untuk masuk dan menaikkan pasaran gua sebagai orang yang pernah pacarin wanita yang terkenal alim, hahaha… siapin dirimu!


..bener2 sesuatu yang ga disadari.. ad ya orang keq gtu..

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Fanatik ?! Bagus ga sih?

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Pada kesempatan kali ini,ada beberapa hal yang ingin saya bahas sebenarnya,tapi marilah kita mulai dari topik yang satu ini dulu,yaitu FANATIK.

FANATIK? Sebenarnya apa sih FANATIK itu? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia,kata fanatik itu berarti teramat kuat kepercayaan (keyakinan) thd ajaran (politik, agama, dsb) atau kita biasa mengenalnya dengan sebutan “nge-fans”.

Lalu,apa yang salah dari fanatik itu sendiri? Masalah dari fanatik sebenarnya akan kembali kepada masing-masing individu lagi. Coba saja misalnya kalau kita melihat berita beberapa bulan yang lalu ketika artis anyar dari Amerika Serikat,Justin Bieber menggelar konser di Indonesia. Apa yang terjadi? Banyak para anak gadis tanggung yang seakan menjadi “gila” karena kedatangan artis tersebut. Sedangkan kalau ditilik kembali,seandainya kita mengidolakan sesuatu maka alangkah baiknya jika kita pun mengetahui bibit,bebet dan bobot nya (minimal latar belakang idola kita tersebut ataupun hal-hal baik apa yang dapat ditiru). Mengapa minimal kita mengetahui latar belakang idola kita tersebut? Barangkali saja idola kita itu dulunya adalah seorang yang pernah melakukan tindakan tidak terpuji ataupun lainnya sedangkan saat ini,kita hanya dapat mengaguminya saja akibat (misalnya) suaranya yang bagus atau yang paling sering terjadi karena dia tampan. (Terima kasih :D ) Bukan elooo!!

Eit,tunggu dulu,ada satu buah hal penting yang harus dipisahkan dengan jelas batasannya. Yup,antara “nge-fans” dengan “mengagumi” itu memang beda tipis. Kalo dari penafsiran saya sendiri,jikalau kita nge-fans terhadap seseorang,maka kita akan mengikuti hal baik yang orang tersebut miliki dan lakukan. Namun jika hanya sebatas mengagumi,kita hanya bisa menikmati dan kagum saja terhadap orang itu karena kemampuan yang kita miliki sudah pasti tidak akan bisa menyamai apa yang telah ia raih.

Oke,itu tadi dari segi penafsiran saya. Kalo menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, mengagumi itu berarti tercengang/takjub akan hal tertentu. Sedangkan nge-fans dalam KBBI memiliki bentuk lain sebagai “memfanatiki” yang berarti meyakini (ajaran, kepercayaan, dsb) dengan teramat kuat.

Masalahnya adalah dalam cara kita memandang sesuatu. Ketika kita sudah terlalu fanatik akan suatu hal,maka kita akan selalu berusaha membuat sebuah “pembenaran” dan “pembelaan” atas apa yang kita yakini. Dan itu akan membuat daya jelajah pemikiran anda akan semakin sempit. Hal ini dikarenakan dunia anda hanyalah sebatas pada apa yang anda yakini dengan sangat kuat. Dan sekalipun yang anda yakini itu melakukan kesalahan,maka anda akan menutup mata anda dan menganggap bahwa itu hanyalah sebuah kesalahan biasa. Dan semakin lama pun dunia anda hanya akan dipenuhi dengan bagaimana “sesuatu” itu menguasai seluruh kehidupan anda. Dan orang yang fanatik,biasanya cenderung mengulang-ulang apa yang baik dari “hal itu” agar orang lain melupakan kesalahan ataupun kekurangan yang dimiliki oleh “hal itu”.

Setelah kita melihat dan mengetahui makna dari kata fanatik seperti yang tercantum diatas dan juga kita melihat karakteristik orang yang fanatik serta kerugiannya,ada baiknya jika kita dapat lebih bijaksana dalam menjalani kehidupan ini ke depannya. Karena satu hal yang pasti,sesuatu yang berlebihan itu sangatlah tidak baik bagi diri kita sendiri. Contohnya karena mencintai berlebihan,maka timbul perasaan GALAU (curhat ya?). Atau jika kita meyakini sesuatu secara berlebihan sebagai sumber kebahagiaan kita,maka saat kita tidak dapat meraihnya kita akan mengalami depresi dan tak jarang banyak yang bisa menjadi hilang kesadarannya a.k.a gila. Bahkan beribadah secara berlebihan pun tidak dianjurkan dalam agama..Hiiii,,ceyeeem ._.

Sooo,,marilah kawan kita berusaha untuk menjaga hati dan menata diri kita agar kita senantiasa terjaga keseimbangan antara pikiran,perbuatan dan keimanan supaya kita dapat terus bertahan mengarungi luasnya samudra kehidupan yang tak bertepi ini :D.

Wassalam.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS