Suatu malam di sebuah cafe seorang pelawak bersiap memberikan lelucon di atas podium yang menghadap pengunjung. dengan nada santai dia berbicara dengan lagak yang lucu sehingga membuat semua pengunjung kafe tertawa terbahak-bahak. Setelah selesai, dia pun duduk di belakang podium untuk beristirahat. Dan tak berselang lama, dia berdiri dan membawakan lelucon dengan materi itu lagi, kini yang tertawa tak sebanyak yang di awal. setelah merasa cukup, pelawak duduk kembali. Setelah beristirahat sedikit, dia pun berdiri dan menyampaikan leluconnya lagi, tetapi tak satupun pengunjung yang tertawa bahkan tersenyum barang sedikit.

Kini pengunjung mulai kecewa dan ada salah satu diantara mereka berteriak meminta pelawak itu turun. dengan kepala menunduk, dia pun melangkah layu. Namun, sebelum turun dan sebelum meletakkan mikrofon, pelawak dengan santai berkata,

Jika untuk tertawa saja kita hanya sekali, lalu untuk apa kesedihan yang berulang-ulang

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

0 Response to " "

Posting Komentar