Selalu Bersyukur, Obat Hilangkan Stres

Antara harta dan ketenangan hati, sesungguhnya dua hal yang berbeda, yang tak ada hubungannya. Sebab, banyak orang berlimpah tapi dia tak mampu merasakan kebahagiaan dan ketenangan. Ia mampu menyewa hotel dan membeli tempat tidur yang mewah, namun tak bisa membeli rasa nyenyak.

Sementara di saat yang sama, banyak orang bisa bahagia dan tenang meskipun dengan harta yang minim. Di jalan, banyak kita saksikan tukang becak bisa mendengkur menikmati tidurnya, meski badannya tak cukup untuk duduk di kendaraan sederhana itu.

Sifat qana’ah inilah yang mampu menjadi salah satu potensi positif setiap manusia. Sikap qana'ah banyak didefinisikan sebagai sikap merasa cukup dan ridha atas karunia dan rezeki yang diberikan Allah SWT pada setiap manusia. Qana'ah sering menjadi energi kehidupan dan membangkitkan semangat. Hal itu tidak lain dapat dijalani dengan cara menikmati hidup walaupun dengan segala kesederhanaan.

Orang yang selalu bersyukur tak akan dibuat pusing oleh kompleksnya warna-warni kenikmatan dunia di sekitar. Selalu menerima jatah pemberian Allah SAW. Sebab dia yakin bahwa, tiap manusia memiliki jatah rizki masing-masing yang dibagi secara adil oleh Allah SWT.

Sebagaimana dalam al-Quran, ”Dan tidak ada makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan dijamin oleh Allah rizkinya.” (QS. Hud: 8).

Sebaliknya, manusia yang tak pernah puas dengan materi yang diperoleh adalah manusia yang rentran terhadap stres, hatinya redup bahkan mati – walaupun hartanya melimpah. Hati yang mati dan gundah cenderung tidak mudah menerima kenyataan, sehingga apa yang didapat tidak pernah memuaskan.

Maka, jika kita ingin mengubah diri menjadi orang yang selalu bahagia, ceria dan tersenyum di berbagai kondisi, kini saatnya untuk mengubah cara pandang. Cara pandang positif, yaitu selalu bersyukur dengan karunianya dan hidup sederhana. Cara pandang lama, selalu tidak puas dengan rizki cepat-cepat dibuang saat inijuga.

Rasulullah SAW bersabda:“Jadilah kamu seorang yang wara’, nanti kamu akan menjadi sebaik-baik hamba Allah, jadilah kamu seorang qanaah, nanti kamu akan menjadi orang yang paling bersyukur kepada Allah, sedikitkanlah ketawa kerana banyak ketawa itu mematikan hati.” (HR. al-Baihaqi).

Orang yang qana’ah adalah orang yang tidak meletakkan kenikmatan dunianya di hati, ia senantiasa bersyukur apa yang sudah menjadi jatahnya.

Sedang, orang yang tidak bersyukur selalu dibuat pusing oleh kenikmatan yang diperoleh orang lain. Jika tetangganya bisa membeli satu mobil, dia terkungkung oleh ambisi untuk melebihinya, mampu membeli dua mobil. Jika belum bisa, ia dikejar perasaan tidak puas, makan pun tak enak, tidur juga tidak tenang. Sebabambisinya belum tercapai.

Itulah pentingnya kita simak sabda Rasulullah SAW berikut ini:“Lihatlah orang yang lebih bawah daripada kamu, jangan melihat orang yang tinggi daripada kamu, karena dengan demikian kamu tidak akan lupa segala nikmat Allah kepadamu.” (H.R. Bukhari dan Muslim).

Di kesempatan lain Nabi bersabda: "Jika salah seorang di antara kalian melihat orang yang memiliki kelebihan harta dan bentuk (rupa), maka lihatlah kepada orang yang berada di bawahnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Bisa jadi apa yang kita miliki dengan segala keterbatasan, tidak dimiliki orang lain. Sehingga walaupun yang kita miliki terbatas, jelek dan tak bermakna akan menjadi lebih bernilai jika kita melihat orang lain yang masih ada di bawah kita. Di saat itulah, kita bisa bersyukur masih bisa memiliki sesuatu yang sedikit, sedangkan banyak orang lain yang tidak memilikinya. Makanya, dalam soal materi, janganlah melihat kepada orang yang di atas (yang memiliki banyak harta) akan tetapi lihatlah orang yang masih di bawah kita.


Cara Bersyukur

Tentang bagaimana cara bersyukur, kitab al-Ghunyah memberi arahan; Pertama, syukur dengan lisan, yakni dengan cara mengakui bahwa nikmat itu berasal dari Allah dan tidak menyandarkannya kepada makhluk atau kepada diri kita sendiri, daya, kekuatan atau usaha kita. Tidak pula disandarkan kepada orang lain yang melakukan dengan tangan mereka karena kamu dan mereka hanyalah sebagai perantara, alat dan sarana terhadapnya, sedangan penentu, pelaksana, pengada dan penyebabnya hanyalah Allah. Allah lah yang menentukan dan menjalankan sehingga Dia lebih berhak untuk disykuri dari selain-Nya.

Kedua, syukur dengan hati. Yaitu keyakinan yang abadi, kuat, dan kokoh. bahwa semua nikmat, manfaat, dan kelezatan, baik lahir maupun batin, gerakan maupun dia kita, adalah berasal dari Allah bukan dari selain-Nya. Dan syukurnya isan merupakan ungkapan dari apa yang ada di dalam hati.

Ketiga, syukur dengan perbuatan. Bersyukur dengan anggota badan adalah dengan cara menggerakkan dan menggunakannya untuk ketaatan kepada Allah, bukan untuk selainnya. Tidak memenuhi seruan orang yang mengajak untuk menentang Allah. Hal ini juga mencakup jiwa, hawa nafsu, keinginan, cita-cita dan makhluk-makhluk lainnya. Menjadikan ketaatan kepada Allah sebagai dasar yang diikuti dan pemimpin, sedangkan selainnya dijadikan hamba, pengikut dan makmum. Allah SWT berfirman: ”Dan terhadap nikmat Tuhanmu, hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur).” (QS Al-Dhuha: 11).

Bersyukur sesungguhnya juga menjaminkan rizki. Semua jenis syukur tersebut tidak lain adalah taqwa kepada-Nya. Taqwa sebagaiman pernah difirmankan-Nya mendatangkan rizki. “Barangsiapa yang beramal shalih, baik laki-laki maupun perempuan dan dia (dalam keadaan) beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik (di dunia). dan sesungguhnya akan Kami berikan balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan (di akhirat kelak).” (Q.S al-Nahl:97).

Bila kita mau lakukan langkah-langkah itu, jiwa tak akan terbelenggu oleh ambisi duniawi, tidak terpenjara oleh nafsu dan hati pun lapang. Tidak stres dan gundah. Bahkan bisa merubah seseorang menjadi yang pemurah, walau tak berkantong tebal. Tidaklah kekayaan itu dengan banyak harta, tetapi sesungguhnya kekayaan itu ialah kekayaan jiwa.” (HR. Bukhari-Muslim).

Mari kita rayakan bahagia ini bukan karena materi, tapi dengan senantiasa bersyukur atas kenikmatan yang dikaruniakan-Nya pada kita semua.[Kholili Hasib]

Sumber :
Red: Cholis Akbar

Hidayatullah.com

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Muslim Cerdas Tidak Malas!


Seorang yang beriman pasti sadar bahwa segala sesuatu tentang dirinya, apa yang ada pada dirinya dan darinya sesungguhnya dimiliki oleh Allah - Sang Pencipta Yang Memiliki segala sesuatu. Sehingga kesadaran tinggi itu mendorongnya untuk berbuat sesuai dengan apa yang diperintahkan-Nya.

Inilah yang dinamakan spirit Iman. Spirit yang memacu seseorang untuk tidak bermalas-malasan. Sebab, ia yakin segala aktifitasnya merupakan ’pembayaran hutang’ kepada Allah SAW atas apa yang telah dikaruniakan-Nya kepada manusia. Belajar dan bekerja diniatkan semata-mata untuk memulyakan agama Allah dan merengkuh ridla-Nya.

Syed Naquib al-Attas berpandangan, manusia yang beriman tidak sekedar percaya bahwa Allah itu ada, tetapi kesadaran diri bahwa dia memiliki hutang yang diwujudkan dengan penyerahan diri (aslama). Mengamalkan agama pada hakikatnya membayar hutang. Diin – yang artinya agama berasal dari kata dayana yang artinya keberhutangan.

Maka, dalam Islam penyerahan itu tidak sekedar menyerahkan tanpa aturan. Konsep penyerahan diri barangkali umumnya dapat ditemukan di semua agama. Akan tetapi tidak semua agama menetapkan suatu penyerahan diri yang sesungghuhnya. Ini berarti, memaknai al-Islam hanya ”penyerahan diri kepada Yang Maha Kuasa” adalah tidak betul. Ini tidak cukup.

Yang berbeda dengan agama lain, penyerahan diri menurut konsep Islam adalah penyerahan yang tulus dan menyeluruh menurut kehendak Allah dijalankan dengan sepenuh hati dengan ketaatan secara mutlak terhadap hukum yang diwahyukan oleh-Nya. Jadi syarat penyerahan diri itu adalah; kaffah tidak parsial, sesuai kehendak Allah bukan kehendak manusia, taat pada hukum sebagaimana tercantum dalam al-Qur’an. Selain syarat ini, bukan konsep penyerahan diri secara Islam.

Islam sebagai satu-satunya agama berkonsep Diin mengikuti pola atau bentuk yang menjadi acuan Allah SWT dalam memerintah yang merupakan peniruan dari sistem kosmik yang diwujudkan dalam kehidupan di dunia sebagai sistem sosial, budaya, politik dan elemen-eleman lainnya secara menyeruluh.

Inilah cara ’membayar hutang’. Ada mekanismenya. Mekanisme itu telah terlengkapi dengan acuan-acuan yang mengarahkan manusia menjadi manusia agung dan bebas. Bebas dari belenggu penjara nafsu. Makanya, kita mesti menyadari secara mutlak, bahwa kita tak memiliki apaun untuk membayar hutang kecuali dengan mekanisme yang telah diatur itu. Dengan pemahaman mendalam inilah, seorang muslim akan menjadi cerdas. Ia tidak beraktifitas kecuali aktifitasnya bernilai ibadah.

Bagi seorang pelajar, ini akan memacu untuk sungguh-sungguh belajar. Bagi karyawan, semangatnya bekerja tidak lain demi menambah pundi-pundi pahala. Bagi politikus, aktifitas politiknya semata demi untuk kemaslahatan umat dan agama. Tidak ada tendesi yang lain kecuali semuanya demi ’membayar hutang’.
Maka di sinilah, seorang muslim dididik untuk menjadi kuat, bersemangat dan tidak malas. Kelemahan dibenci oleh Rasulullah SAW. Sebab kelemahan muslim adalah faktor keruntuhan agama. Kelemahan seorang pelajar, adalah tanda kemerosotan ilmu. Kemerosotan ilmu juga memperlemah pondasi agama.

Rasulullah SAW bersabda: "Allah SWT mencela sikap lemah, tidak bersungguh-sungguh, tetapi kamu harus memiliki sikap cerdas dan cekatan, namun jika kamu tetap terkalahkan oleh suatu perkara, maka kamu berucap 'cukuplah Allah menjadi penolongku, dan Allah sebaik-baik pelindung." (HR Abu Dawud).

Kholili Hasib/Hidayatullah.com


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Dukun?!

Assalamu’alaikum…

Alhamdulillah,kali ini akhirnya redaksi berani juga untuk membuat sebuah artikel. (walaupun materinya masih ngambil dari ceramah-ceramah juga) tapi setidaknya bisa menambah keragaman isi dari blog ini bukan?hehe

Pada kesempatan kali ini,ane mau ngebahas sebuah masalah yang sedikit nyerempet-nyerempet hal mistik dan horror, yaitu…( jeng jeng jeng) serba-serbi perDUKUNan.

Lanjuuuut.. Sebelumnya kalian tau ga sih apa itu dukun? (Tau kaaak!) Apa coba? (Dukun tuh ahli sihir kak. Bisa ngeramal,nebak nasib,nyantet,bikin susuk dan kawan-kawan lainnya deh kaak!) Wih tau bener,pernah ya?hehe (bukan pernah kak,tapi mantan) ?_?

Oke,mungkin secara umum,kita mengenal dukun sebagai seseorang yang berjanggut hitam puaaaaanjaaaaang dan berpakaian serba hitam (mau ziarah kak?). Bukaaan -,- tapi dresscode nya emang gitu kayaknya,hehe. Dan juga kita mengenal dukun dengan berbagai macam kemampuannya yang tidak lazim untuk dimiliki oleh manusia biasa sehingga disebut-sebut pula sebagai paranormal. (Hah? Ga normal?) -__-“
Iya aja deh ya...

Tapi,tau ga sih (ngga kak). -__- Um,kamu diem dulu ya dik..

Tahukah kamu karakteristik seorang dukun dalam pandangan ISLAM??
Di dalam pandangan ISLAM,seorang dukun ga perlu pake dresscode macem-macem yang menunjukkan dirinya dukun dan juga ga perlu pake nama-nama aneh sampai ga ada yang pinter sama sekali,hehe. Cukup dengan ciri-ciri di bawah ini,mereka sudah termasuk dukun dan syirik namanya jika kita mempercayai apa-apa yang dikatakannya dengan menyangkutpautkannya pula dengan karakteristik para paranormal itu.

Ciri-ciri dukun (suara Doraemon) pada intinya hanyalah bagi mereka yang mengetahui hal-hal gaib (such as nasib,jodoh,keuangan atau aneh-aneh lainnya deh yang biasa kita liat di tipi yang pake reg-reg an itu loooh). Tapi ga dalam kejadian kayak yang disebut diatas doang looh. Bisa juga dalam masalah medis ataupun astrologi. (loh kok medis kak?) Yup,karena seperti yang kita ketahui,ada beberapa pengobatan alternatif yang seperti menyentuh hal gaib. (maksudnya kak?) Contohnya begini,kamu misalnya sakit kan terus kamu mendatangi sebuah tempat pengobatan alternatif. Lalu setelah kamu di dalam bertemu dengan bapak “itu“,tanpa basa-basi bapak itu menyuruh kamu tiduran lalu dengan melayang-layangkan tangannya di atas badan kamu dan secara tiba-tiba dia menebak penyakit kamu. Dalam ISLAM,yang namanya “menerawang“ itu sudah termasuk menyentuh hal gaib yang tidak mungkin diketahui oleh manusia biasa kecuali jika ia bekerja sama dengan jin.

Masih bingung ya? (iya kak). Um,gini deh,terkadang kan ada juga yang pengobatan alternatif gitu nyuruh kita kalo mau sembuh misalnya “Kamu harus mandi dengan air dari 7 sumber dilengkapi kembang 7 rupa serta kamu harus mandi pada tanggal 7 dan jam 7 malam. (semuanya aja kak 7,sekalian mandi tanggal 7 bulan 7 tahun 7777,hahaha) Nah,bagi mereka yang menggunakan akalnya,pasti akan terlihat lucu kan kalau kita mempercayai hal itu? Iya ndak? (iya kak).

( Tapi kak,kalau misalnya mereka sembuh gimana kak?) Um,gini ya,menurut Ibnu Taimiyah,untuk urusan sembuh atau ngga dengan boleh atau ngga itu gabisa disamakan. Terkadang kita menggunakan kata “sembuh“ sebagai pembelaan atas perbuatan kita. Padahal jelas-jelas kita sudah melakukan hal yang salah namun kita malah berusaha membenarkan hal yang kita lakukan itu.

(Lalu,kalau misalnya masalah ke dukun nebak nasib gitu gimana kak?) Um,menurut salah seorang ulama besar terdahulu,manusia yang telah membuat perjanjian dengan jin maka jiwanya telah tercampur dengan jin tersebut dan seluruh tubuhnya mengandung jin tersebut. Dan jika dilihat dari surat Al-Jin pula,ulama ini menyimpulkan bahwa seorang dukun harus menyemburkan ludah mereka kepada obyeknya agar kemampuan mereka terlihat ampuh yang padahal,ludah mereka pun telah dimasuki oleh jin tersebut. Dan sebenarnya itu membuat kita menjadi kemasukan jin tersebut. Oleh karna itu,dalam ISLAM,seseorang yang dengan sengaja mendatangi dukun walaupun untuk iseng saja,maka shalatnya tidak diterima selama 40 hari. Dan apabila ia datang dengan sengaja dan meyakini apa yang dikatakan oleh dukun tersebut,maka hukumnya kufur.

(iih,ngeri bgt kak..) Makanya,kalian jangan pernah sekalipun percaya dengan yang namanya dukun. Karena sesungguhnya,mereka diberitahukan oleh para jin dari yang mencuri dengar dari Lauh Mahfudz dan menambahkan seribu kebohongan bersamanya.

Dan janganlah kalian menggantungkan harapan kalian kepada makhluk,karena sesungguhnya,mereka pun akan mengalami nasib yang sama seperti kita dan mereka tidak memberikan manfaat apa-apa kepada kita.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Kisah Seorang Ibu

Alkisah, beberapa tahun yang silam, seorang pemuda terpelajar dari Surabaya sedang berpergian naik pesawat ke Jakarta. Disampingnya duduk seorang ibu yang sudah berumur. Si pemuda menyapa, dan tak lama mereka terlarut dalam obrolan ringan.” Ibu, ada acara apa pergi ke Jakarta ?” tanya si pemuda. “Oh… saya mau ke Jakarta terus “connecting flight” ke Singapore nengokin anak saya yang ke dua”,jawab ibu itu.” Wouw… hebat sekali putra ibu” pemuda itu menyahut dan terdiam sejenak.

Pemuda itu merenung. Dengan keberanian yang didasari rasa ingin tahu pemuda itu melanjutkan pertanyaannya.” Kalau saya tidak salah ,anak yang di Singapore tadi , putra yang kedua ya bu??Bagaimana dengan kakak adik-adik nya??”” Oh ya tentu ” si Ibu bercerita :”Anak saya yang ketiga seorang dokter di Malang, yang keempat kerja di perkebunan di Lampung, yang kelima menjadi arsitek di Jakarta, yang keenam menjadi kepala cabang bank di Purwokerto, yang ke tujuh menjadi Dosen di Semarang.””

Pemuda tadi diam, hebat ibu ini, bisa mendidik anak-anaknya dengan sangat baik, dari anak kedua sampai ke tujuh. ” Terus bagaimana dengan anak pertama ibu ??”Sambil menghela napas panjang, ibu itu menjawab, ” anak saya yang pertama menjadi petani di Godean Jogja nak”. Dia menggarap sawahnya sendiri yang tidak terlalu lebar.”

Pemuda itu segera menyahut, “Maaf ya Bu….. kalau ibu agak kecewa ya dengan anak pertama ibu, adik-adiknya berpendidikan tinggi dan sukses di pekerjaannya, sedang dia menjadi petani ??? “

Apakah kamu mau tahu jawabannya??????…

Please scroll….

.

.

.

.

…Please scroll

.

.

.

….Dengan tersenyum ibu itu menjawab,
” Ooo …tidak tidak begitu nak….Justru saya sangat bangga dengan anak pertama saya, karena dialah yang membiayai sekolah semua adik-adiknya dari hasil dia bertani”

Note :

Pelajaran Hari Ini : Semua orang di dunia ini penting. Buka matamu, pikiranmu, hatimu. Intinya adalah kita tidak bisa membuat ringkasan sebelum kita membaca buku itu sampai selesai. Orang bijak berbicara “Hal yang paling penting adalah bukanlah SIAPAKAH KAMU tetapi APA YANG SUDAH KAMU LAKUKAN”

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Pelayanan di Neraka

Seorang warga Indonesia meninggal dan karena amal perbuatannya buruk lalu ia dikirim menuju ke neraka. Di sana ia baru mengetahui kalau ternyata neraka dipisahkan berdasarkan asal negara. Sambil mencari neraka untuk orang-orang dari Indonesia, dia sempat melihat-lihat neraka untuk orang dari negara lain. Pertama dia berkunjung ke neraka orang Inggris dan menanyakan pada orang yang dia temui di sana. Ada siksaan apa saja di neraka ini? Jawaban dari orang yang ditanya itu adalah, "Pertama-tama, kami harus duduk di atas kursi listrik selama satu jam. Lalu duduk di atas kursi paku selama satu jam lagi, kemudian disiram dengan bensin dan dibakar dengan api. Terakhir, setan Inggris akan muncul dan memecut kami sepanjang sisa hari itu".



Karena kedengarannya tidak menyenangkan, sang orang Indonesia penghuni neraka itu menuju tempat lain. Ia coba melihat-lihat bagaimana keadaan di neraka AS, neraka Israel, neraka Rusia dan banyak lagi. Ia mendapatkan bahwa semua neraka-neraka itu kurang lebih mirip dengan neraka orang Inggris.



Akhirnya ia tiba di neraka orang Indonesia. Namun, tidak seperti di neraka negara lain, di neraka untuk orang-orang Indonesia terlihat antrian panjang orang yang menunggu giliran untuk masuk. Terkejut juga dia melihat kenyataan itu. Jangan-jangan, pikir dia dalam hati, neraka untuk orang Indonesia siksaannya lebih banyak dan lebih sadis lagi. Ia pun bertanya kepada orang yang sedang antri di urutan terbelakang. "Siksaan apa yang dilakukan di neraka untuk orang Indonesia ini?" Dia memperoleh jawaban: "Pertama-tama, kita harus duduk di atas kursi listrik selama satu jam. Lalu duduk di atas kursi paku selama satu jam lagi, kemudian disiram dengan bensin dan dibakar dengan api. Terakhir, setan Indonesia akan muncul dan memecut kita sepanjang sisa hari itu". "Loh, tapi itu kan sama persis dengan neraka-neraka yang lain. Kenapa dong begitu banyak orang ngantri untuk masuk sini?" tanyanya lebih lanjut.



Sang teman sesama penghuni neraka itu pun menjelaskan. "Iya sama persis. Bedanya, di sini service-nya buruk sekali. Kursi listriknya nggak nyala, karena harga listrik naik terlalu tinggi dan sering mati. Kursi pakunya nggak ada, jadi tinggal pakunya aja, karena kursinya sering diperebutkan. Pakunya pun tidak lengkap karena dijarah. Bensinnya juga nggak ada tuh, karena harganya melambung tinggi dan pasokannya pun terbatas. Konon, setan pemecutnya pun dulu mantan pegawai negeri. Jadi, ia cuma datang, tanda tangan absensi, lalu bolos". Ooooh.........


Inspirasi iloveblue.com

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Malaikat Itu Bernama Ibu

Sudah banyak kisah yang ditorehkan tentang peran dan perjuangan seorang ibu dalam membesarkan anak-anaknya. Jasanya tak bisa diurai. Keringatnya tak pernah kering. Kasih sayangnya tiada terpatri. Seperti yang diungkapkan Iwan Fals dalam bait lagunya, " Dia (ibu) terus berjalan walau tapak kaki penuh darah, penuh nanah." semua itu dilakukan demi anak-anaknya.

Menyambut Hari Ibu yang jatuh pada 22 Desember ini, menjadi motivasi buat kita untuk merefleksikan kembali bagaimana peran penting seorang ibu, menghormatinya dengan segala keadaan dan dalam situasi bagaimanapun.

Ibu, telah bersusah payah berjuang sehingga sang anak lahir. Ketika si jabang bayi masih dalam kandungan, ibu harus berjuang menjaga dan merawat agar sang bayi tumbuh sehat sebelum dan sampai hadir di dunia. Ini merupakan bentuk pengorbanan yang tanpa batas. Sebuah pengorbanan mental yang tulus demi sang anak.


Kita juga menjadi miris dengan realita yang ada tentang minimnya sebuah penghargaan kepada sosok seorang ibu yang dilakukan anak-anaknya.

Padahal perjuangan dan jerih payah seorang ibu ketika melahirkan dan membesarkan anak-anaknya tak bisa diuangkapkan dengan kata-kata, bahkan dituliskan dengan ribuan pena. Ajaran Islam begitu agung menghargai seorang ibu. Bahkan "Surga itu di bawah telapak kakinya (ibu)."

Mama bagaikan sosok malaikat yang turun ke bumi. Mama mampu meneduhkan hati takkala sedih, dan mampu menggelorakan jiwa manakala murung.

Seorang ibu sendiri pun cukup sulit merangkai kata ketika ditanya berapa besar kasih sayangnya terhadap anak-anaknya. Ibu hanya bisa menunjukkan dengan sikap dan perbuatan, dengan air matanya, dengan nasehatnya, perhatiannya, senyumnya dan dengan kesabarannya.

Red sendiri sebenaranya sangat sedih ketika melihat masih banyak ibu-ibu yang harus banting tilang dalam ketidakberdayaannya mencari mafkah demi kelangsungan anak-anaknya. Mereka hidup dalam kemiskinan. Mereka ada dijalanan, dipinggiran rel, dikolong jembatan dan di sudut-sudut kota lainnya.

Ini realita yang sangat sulit kita bantahkan. Red sedih melihatnya. Red tak bisa membayangkan bagaimana sulitnya perjuangan hidup mereka ditengah ketidakberdayaan. So adakah Pemerintah mencermati persoalan sosial kaum pinggiran ini????

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Doa Malaikat

Allah SWT berfirman, "Sebenarnya (malaikat - malaikat itu) adalah hamba - hamba yang dimuliakan, mereka tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah - perintah-Nya. Allah mengetahui segala sesuatu yang dihadapan mereka dan yang dibelakang mereka, dan mereka tidak memberikan syafa'at melainkan kepada orang - orang yang diridhai Allah, dan mereka selalu berhati - hati karena takut kepada-Nya" (QS Al Anbiyaa' 26-28)

Inilah orang - orang yang didoakan oleh para malaikat :

1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci. Imam Ibnu Hibban meriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa 'Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci'" (hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/37)

2. Orang yang duduk menunggu shalat. Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya 'Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia'" (Shahih Muslim no. 469)


3. Orang - orang yang berada di shaf bagian depan di dalam shalat. Imam Abu Dawud (dan Ibnu Khuzaimah) dari Barra' bin 'Azib ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang - orang) yang berada pada shaf - shaf terdepan" (hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud I/130)

4. Orang - orang yang menyambung shaf (tidak membiarkan sebuah kekosongan di dalm shaf). Para Imam yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang - orang yang menyambung shaf - shaf" (hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/272)

5. Para malaikat mengucapkan 'Amin' ketika seorang Imam selesai membaca Al Fatihah. Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Jika seorang Imam membaca 'ghairil maghdhuubi 'alaihim waladh dhaalinn', maka ucapkanlah oleh kalian 'aamiin', karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu" (Shahih Bukhari no. 782)

6. Orang yang duduk di tempat shalatnya setelah melakukan shalat. Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Para malaikat akan selalu bershalawat kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam tempat shalat dimana ia melakukan shalat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata, 'Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia'" (Al Musnad no. 8106, Syaikh Ahmad Syakir menshahihkan hadits ini)

7. Orang - orang yang melakukan shalat shubuh dan 'ashar secara berjama'ah. Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Para malaikat berkumpul pada saat shalat shubuh lalu para malaikat ( yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu shalat 'ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga shalat 'ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, 'Bagaimana kalian meninggalkan hambaku ?', mereka menjawab, 'Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan shalat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan shalat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat'" (Al Musnad no. 9140, hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Ahmad Syakir)

8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan. Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ummud Darda' ra., bahwasannya Rasulullah SAW bersabda, "Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata 'aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan'" (Shahih Muslim no. 2733)

9. Orang - orang yang berinfak. Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Tidak satu hari pun dimana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu diantara keduanya berkata, 'Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak'. Dan lainnya berkata, 'Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit'" (Shahih Bukhari no. 1442 dan Shahih Muslim no. 1010)

10. Orang yang makan sahur. Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani, meriwayaatkan dari Abdullah bin Umar ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada orang - orang yang makan sahur" (hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhiib wat Tarhiib I/519)

11. Orang yang menjenguk orang sakit. Imam Ahmad meriwayatkan dari 'Ali bin Abi Thalib ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan bershalawat kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga shubuh" (Al Musnad no. 754, Syaikh Ahmad Syakir berkomentar, "Sanadnya shahih")

12. Seseorang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain. Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah diantara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain" (dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Kitab Shahih At Tirmidzi II/343)

Maraji' :

Disarikan dari Buku Orang - orang yang Didoakan Malaikat, Syaikh Fadhl Ilahi, Pustaka Ibnu Katsir, Bogor, Cetakan Pertama, Februari 2005

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS